Posts

Showing posts from April, 2025

Jurnal Jobseeker

Tipe ku yg juga tipe mu, itu bukan bad boy. Tai lalat ku jaminannya. Kamu suka  pada bad boy karena kebaikannya yg jadi terlihat 2x lebih berharga karena datang dari tempat paling buruk yang dapat kamu bayangkan untuk menemukan kebaikan. Rasanya spt mendapat cincin di dalam got, dibandingkan menemukan nya di kotak perhiasan. Rasa syukurnya 2x lipat. Tipeku adalah yang dapat menggunakan kata kata dengan baik, tau tempat, tatanannya benar dan digunakan untuk hal hal baik dan yang perlu saja. Namun, faktanya tdk spt itu. Nyatanya aku malah terjebak pada orang yg mengingat segala sesuatu dan hanya melupakan yg ada diriku. Bahkan untuk hal hal sepele, yg bisa diingat manusia biasa tanpa perlu mensyaratkan suatu emosi khusus untuk dpt lekang pada ingatan.  Justru, nama org lain yg sudah jauh tertinggal jarak dan waktu, 2x lebih banyak tersebut dibandingkan dg namaku yg saat itu sedang bersamanya. Ah, sungguh, apa kebahagiaan ini hanya berasal dr cowo?  Tentu tidak, ada makanan,...

This will passed

Hari hari ku skrng sedang lelah. Aku kira pergi dan cari udara ke Bandung membawa energi cadangan padaku untuk minimal dapat dipakai hingga 2 minggu kedepan Namun kebahagiaan terlalu besar nyatanya membuat kebahagiaan setelahnya jadi terasa hambar. Juga, virus bandung yg kuteruskan hingga cikarang – flu,  menghabisi waktu dan tenaga ku di weekend yg harusnya ku gunakan untuk cari jajan bersama supirku yg sedang libur (re: kakaku) aku kira Bandung dapat mewujudkan kemungkinan yang selama ini hanya ada pada ruang keraguan ku. Tapi ternyata malah memperjelas apa yang ada dipikiran buruk ku Teman teman ku saat ini sudah ada pada suatu jenjang yg dijalani, bukan lagi dikejar. Sementara aku masih ada ditahap yang tidak pasti dan mengawang. kini takdir apa saja kuterima, idealisme sudah kabur. Tapi dengan menjadi spt itu tidak kunjung membuat ku akhirnya mendapat sesuatu. Aku harap pemikiranku ini hanya berdasar dari kesepianku, sehingga sewaktu waktu akan hilang seiring bertambahjya hobi...

Buang kotoran

Manusia itu berjalan di muka bumi dg membawa kotoran, namun masih bisa sombong. Kotoran di rambut, ketombe.  Kotoran di hidung, upil.  Kotoran di mata, belek.  Kotoran ditelinga, conge.  Kotoran di mulut, jigong.  Kotoran di gigi, karies. Hari ini gigiku yang sudah lama berusaha ku pertahankan akhirnya tunbang juga. Setelah tambal gali tambak gali ke beberapa dokter hingga balik lagi ke dokter pertama, gigi tsb sudah terlalu terlanjur.  Kami semua, hanya mengulur waktu dr kenyataan yg sudah di depan mata. Yaitu gigi berkaries yg penuh hitam hitam dan siap dicabut. Rasanya takjub bagaimana hal kotor spt itu kubawa kemana mana di sepanjang hidupku. Bahkan ketika aku sholat, kondisi ku yg plng suci. Setelah tambalanku copot, Kini gigiku sisa sedikit, begitu juga uang ku.  Ada niatan aku untuk pura pura cuek dan melanjutkan hidup sebagaimana orang yg tidak punya pilihan lain. Namun agaknya jawaban google menghantui ku. "Duh, ini mah mati"  tanggapanku...