Tunas tunas kecyl

Semua orang bilang suara ku keras

Kekerasan

Pdhl tidak ada korban yang tersakiti 

Temanku fatha. Suara dia kecil

Tiap kali ngomong dengan ku di kantor, akan terlihat seakan kami sdng gosip.

Nah, orang seperti fatha ini, yang suaranya sudah kecil, ternyata bisa lebih kecil lagi saat gosip. Dia akan menyebutnya "suara angin"

Hal itu aku ketahui dari suatu kejadian, dimana harusnya tidak ada aku. Tapi lagi lagi karena Dira, aku akhirnya berakhir ikut.

Gila rasanya bagaimana pada akhirnya aku dapat banyak kesempatan secara cuma cuma berkat Dira. Maka, aku yang hari ini, tidak bisa berjalan dg congkak di muka bumi dr berkah yang aku peroleh dr Dira. Jd, aku selalu meluangkan waktu untuk mengucapkan terima kasih kpd nya jika ada kesempatan.

Nah, begitulah akhirnya, kami jd nya ngobrol bertiga. Di ruang tunggu showroom Toyota yang kren itu. Bentukannya seperti cafe, lampu lampunya kuning dan hangat. Kursinya juga berbentuk sofa dengan bantal yang empuk.

Kami ngobrol disana dari terang hingga gelap. Hingga tersisa satu lampu yang kita minta dibiarkan menyala kepada pak satpam yang sedang berjaga.

Kami bergosip hingga ke akar akarnya. Dengan obrolan paling kotor tentang orang orang kantor yang secara konstan berlalu lalang karena saat itu adlh jam pulang kantor.

Sungguh kegiatan yang ekstrem.

Setelah itu kami pulang, dalam keadaan solidaritas plng tinggi. Spt kata orang, tidak ada bonding paling kuat dari pada bonding yang tercipta dari orang orang yang tertindas.

Setalah malam itu, perserikatan buruh berbayar (paid internship) telah tercipta. Kami satu sama lain ada pada titik pengetahuan, keuangan dan kekuatan yang sama.

Sama sama rendah-

Tapi walaupun begitu, setidaknya kami tahu bahwa kami bersama sama dan tidak sendiri. 

Itu beberapa bulan lalu

Kini, dunia membawa kami di titik yang berbeda. 

Dira selesai kontrak di bulan Desember. Sejak saat itu semuanya tidak sama lagi. Project Fatha di Pnc juga selesai bersamaan dengan perginya Dira. Aku, tinggal sendiri, harus melanjutkan hidup hingga dua bulan kedepan sampai kontrak ku habis

Kami tidak pernah benar benar ngobrol lagi sejak saat itu.

Agak disayangkan, tp mungkin kalaupun ngobrol lagi, kami sudah berada di titik yang berbeda.

Walaupun sebentar, bisa dibilang, itu waktu waktu yang menyenangkan dan menjadi bagian dari pertumbuhanku.

Sahabat sahabat Tunas ku, kini sudah berkecambah masing masing di tempat yang lain, good luck yh🥲


Comments

Popular posts from this blog

Gombal

Cwe yg sedih, tp menolak sedih, tp klo yg disana sedih, baru mau sedih juga

Cwe yg bisa blng "ktemu yu" tp ttp gaketemu