Tinggal Meninggal
Zaman kini, menurut ku, orang orang mudah sekali bilang "people come n go" pd mulutnya. Mengecil kecilkan perpisahan.
Padahal, aslinya tidak semudah itu.
Rasanya persis seperti bangun dari tidur sore. Bingung, karena terasa begitu cepat, nyaris tidak nyata. Kosong, dan memunculkan perasaan sendu yang tidak jelas.
"Hati yang berat", bukan hanya sekedar ungkapan. Namun juga secara fisik, betulan terasa sesak di dada, seperti dicekik. Kadang perlu diusap usap sedikit agar ikatannya lebih longgar.
Padahal, bukannya juga ini perpisahan kali pertama. Tapi memang betul kata ika natassa, rasa sakit tidak akan jadi lebih mudah hanya karena telah diulang berkali kali. Sakit nya tetap sama besar, sama seperti pertama kali.
Dulu aku kira perpisahan akan lebih mudah saat aku yang meninggalkan. Karena terakhir kali, saat aku yang ditinggalkan, hidup setelahnya terasa seperti jalan ratapan. Bayangkan harus tetap tinggal dan menjalani hidup di tempat yang sama, dengan barang barang yang sama, rutinitas yang sama. Semuanya hampir terasa seperti sedia kala, namun sebenarnya tidak benar benar begitu.
Ternyata, menjadi yang meninggalkan juga bukannya lebih mudah. Momen itu menghantam ku persis ketika orang pengganti ku datang. Saat itu, langsung terbayang bagaimana hidup akan terus berlanjut, dengan posisi ku yang tergantikan. Aku yang pergi hanya akan jadi sebagian dari memori mereka yang tertinggal
Saat hari terakhir ku di kantor, kami berkumpul untuk merayakan farewell. Saat kami pelukkan dan janji akan ketemu lagi. Aku tau masing masing dari kita tidak ada yang benar benar yakin. Tapi ya mau bagaimana? Begitulah hidup ketika jadi dewasa, selalu berjanji di atas yang tidak pasti.
Perpisahan terasa makin sulit, karena chapter baru tidak selalu mudah, Perkenalan, basa basi, perasaan tertinggal dan terkucilkan. Harus mengulang siklus itu, yang walaupun sementara, cukup menghabiskan jiwa optimisme ku.
Namun, tidak ada waktu untuk mencernanya satu persatu. Semua hal serta merta datang minta buru buru diselesaikan. Seakan dunia ini tanpaku akan kiamat.
Sungguh fase survival yang mantap, tolong tambah kopinya.

Comments
Post a Comment