Risky Game

Jika bosan, akan kumainkan sebuah permainan. Namanya adalah perasaan. 

Permainannya seperti ini

Jika dia ajak bicara, akan ku ambil kesempatan tersebut untuk dapat mengamati wajahnya, lalu diam diam melakukan validasi atas fitur wajahnya dengan yang ada pada persepsi ku.

Atau, aku coba curi curi lihat rupa nya lewat pantulan kaca, berharap dapat menangkap nya curi curi pandang juga kepadaku, sehingga seolah aku tidak bertepuk sebelah tangan.

Di keramaian, akan aku sesuaikan frekuensi pendengaranku, sehingga dapat menangkap gelombang suaranya. Lalu menjadikan suara lainnya sebagai latar belakang.

Ketika bosan, akan aku putar kembali momen kebersamaan kami di otak ku, dan dengan egois, akan ku hilangkan segala subjek selain dia di dalamnya.

Sesekali, jika ada yg cerita tentang nya, akan aku lepaskan respons "lucu" pada mulutku yang biasanya hanya terucap di hati saja.

Atau terkadang, ramah tamah nya pada sesama manusia, akan aku simpan pada perasaanku dengan makna yang lebih dalam dari yang seharusnya.

Namun, permainan akan berakhir secepatnya, karena ingatan itu akan muncul lagi, ketika aku menangkapnya melakukan mirror effect pada orang lain, juga ketika ia menggunakan ku sebagai pernak pernik ketika bertemu dengan orang lain untuk tetap menjaga "friendly atmoshphere" di antara mereka

walaupun sudah babak belur dan kalah berkali kali, aku menemukan diriku memainkannya lagi di waktu mendatang. 

Karena seperti game lainnya, semakin sakit maka akan semakin candu.


Comments

Popular posts from this blog

Gombal

Cwe yg sedih, tp menolak sedih, tp klo yg disana sedih, baru mau sedih juga

Cwe yg bisa blng "ktemu yu" tp ttp gaketemu