Long journey ft kang gigin
Suatu waktu di masa ke upi an, yang tepatnya di awal awal periode mahasiswa, mata syifana bekerja dengan sistem jelalatan. Mata nya sibuq bolak balik ngincer kating, tanpa tau diri.
Suatu waktu, yaitu orientasi BEM fakultas, yang dilaksanakan online, pada layar laptop 2D, duduk dua kating berwibawa, yang bergelar "kang".
"kang" yang satu adalah ketua bem "kang" satunya adalah ketua DPM. Mereka terlihat berusaha saling membedakan diri, karena kebetulan sama sama punya kumis yg ditakutkan dapat bikin keder.
yang satu berhias jam dan pernak pernik tangan, yang satu lagi polosan saja.
yang satu ngangkang, yang satu lagi bisa saja ngangkang juga, hanya saja kepotong layar. Jadi aku tidak lihat.
yang satu melantangkan idealisme dan kesatuan, yang satu lagi melantangkan hal hal, yang tidak begitu kuingat kalau saja tidak menyelipkan nama Allah di akhirnya.
aku tak pernah benar benar tau nama kedua kating tsb, bahkan ketika aku ingin. Aku tak pernah benar benar cari di instagram, bahkan ketika stalker adalah sebuah kebiasaanku.
Aku hanya terus ingat mereka sebagai ketua dan wakil BEM. ketika kebenarannya adalah mereka itu ketua BEM dan ketua DPM. Mungkin itulah mula dr kegagalan struktural ini.
Aku terus bertanya tanya identitas nya, walaupun tidak sebanyak bertanya makan pada bundaku
Terhitung tiga hingga dua belas minggu masa kuliah, diadakan lagi semacam orientasi? entah orientasi yang mana lagi, aku sudah hilang hitungan.
Ada pemateri dari sana sini, yang tetap dilupakan walau sudah berbaik hati obral no WA dan sosmed.
Pemateri biasanya ditemani oleh moderator yang kesempatan dilupakannya lebih besar lagi, tapi tetap susah payah membuat dan merancang CV yg akan dipertotonkan sebelum pematerian.
Tidak sia sia, karena yang satu ini gerak gerik nya membuka kenangan. Namanya kang gigin, tetap aku panggil kang bahkan walau hanya bicara pada diriku sendiri di dalam hati. kesopanan yang sungguh murni.
kang gigin ini buru buru ku sadap kehidupannya mulai dari instagramnya, dan hanya instagramnya. karena yang lainnya tidak ada akses.
kang gigin yang ini, kuharapkan menjadi salah satu kang BEM atau kang DPM dari masa lalu yg belum terpecahkan. Namun, untuk jadi salah satu peran yg benar benar baru dalam hidupku, aku juga tidak keberatan kok. hehe. Soalnya gantenk.
Di tengah pematerian, Aku foto akangnya sekali saja untuk menunjukkan ketidak obsesian ku yang padahal punya kesempatan untuk membuat nya ada 2 bahkan lebih.
setelah menyelesaikan hari yang istimewa itu, bisa ku bilang selanjutnya kang gigin sudah terlupakan. kang gigin sudah menjadi kating yang fana. Hari esok kujalani dengan melupakan nama kang gigin tanpa berusaha mengingatnya.
Sampai suatu hari di titik pada saat acara p2m. kang gigin datang dengan bentuk yang paling tidak disangka sangka, yaitu divisi konsumsi. Wadaw, aku terkaget dan seketika bermunculan rangkaian kisah di masa lalu.
kang gigin merangkai banyak kisah selama tiga tahun dihidupku. Begitulah ceritanya, hingga pada akhirnya kang gigin mendapat episode istimewa dalam seri jurnal ku, karena ceritanya yang berkesinambungan dan kiranya cukup untuk menjadi sebuah kenangan dari masa mudaku yang mulia.
Comments
Post a Comment