Fiksi
Pada akhirnya ketika berpisah, hal yang pertamakali kau sadari adalah bahwa waktu yang tiga tahun kau habiskan, kamu tak pernah benar benar mengenalnya.
Bahkan walau tau segala detail kehidupannya hingga mazhab keluarganya.Kau tak pernah benar benar mengenalnya secara personal. Kau hanya terus terusan meminta hatinya, status yang resmi buat kamu terlena.
Kau bahkan tak pernah benar benar mengenalnya.
Tidak ada berbagi obrolan tentang hobi dan cita cita, atau makanan kesukaannya. Bahkan tak ada sedikitpun yang dapat kau gambarkan tentang kepribadiannya. Kamu benar benar abai dan lalai.
Tak pernah sadar bahwa yang kini dimiliki tak akan pernah jadi milikmu sepenuhnya.
Maka ketika akhirnya berpisah, kau benar benar kehilangan semuanya. Tak ada titik untuk memulai lagi. Semuanya hilang, dan kamu hanya bisa ratapi. Salah siapa?
kamu menunduk, tak mengangguk, tapi mengiyakan
Comments
Post a Comment